Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

Pengalaman saya ketika menjadi pasien di rumah sakit

Arif Nugroho Triutomo /18/433436/PKU/17349 KMPK

Beberapa bulan yang lalu saya berkunjung ke rumah Sakit Swasta di Yogyakarta. Waktu itu saya mendaftar di Poli Dalam karena terdapat keluhan pusing, mual, dan tiap sore demam tidak kunjung sembuh. Karena saya tidak ingin mengantri di rumah sakit negeri yang bisa kita liat antrian banyak dan memerlukan rujukan dari puskesmas, maka saya mencoba di rumah sakit swasta agar pelayanan yang di dapat cepat. Saya mendaftar sebagai pasien umum tanpa jaminan asuransi kesehatan. Ketika itu saya berkunjung jam 2 siang, di pendataran petugas pendaftaran sangat ramah berpakaian rapi dan sopan. Pendaftaran sudah menggunakan komputerisasi sehingga prosesnya cepat. Maklum rumah sakit yang saya datangi adalah rumah sakit swasta yang cukup besar yang ada di Yogayakarta. Pada waktu itu saya mendapat antrian nomor 26.

Selesai melakukan pendaftaran saya diarahakan di bagian polklinik dalam oleh petugas pendafataran. Petugas pendafataran menginformasikina untuk menunggu panggilan perawat untuk cek kondisi tekanan darah dll. Perawat yang bertugas pun juga ramah, peralatan yang digunakan juga sudah modern seperti tensimeter model digital. Ketika akan dilakukan pengecekan tekanan darah, petugas sangat ramah sambil menanyakan nama dan umur saya. Kemudian seperti biasa petugas menanyakan keluhan saya berkunjung berobat. Setelah selesai cek tekanan darah dll, saya dipersilahkan menunggu sesuai antrian pendaftaran. Papan informasi digital terlihat di depan setiap pintu masuk poliklinik. Papan tersebut berupa informasi dokter yang praktek dan informasi antrian pasien. Papan informasi digital di poliklinik dalam tempat saya periksa ternyata sudah masuk 24 pasien, dengan dokter X.

Tempat duduk untuk antrian pasien pun cukup nyaman tidak begitu keras dan tidak begitu lembut. Ruangan tunggu sangat bersih, ruangan ber AC dan sangat nyaman berbeda sekali jika kita berobat di rumah sakit lainnya. Pada saat saya amati di ruang tunggu terdapat juga ruang tunggu anak-anak, disana terdapat berbagai mainan anak-anak meskipun tempatnya tidak begitu besar. Setelah menunggu sekitar 30an menit akhirnya no antrian saya di panggil untuk masuk ke poliklinik. Setelah saya masuk poliklinik, saya disambut oleh dokter dan seorang perawat. Salam, senyum, dan sapa menyambut percakapan saya dan dokter poliklinik tersebut. Dalam ruangan tersebut terlihat meja dengan komputer didalamnya yang menginformasikan identitas saya yang sudah terekam di pendafatran. Tidak lupa doker menanyakan keluhan yang saya alami meskipun tadi ketika cek tekanan darah perawat sudah menanyakan keluhan yang saya alami. Setelah dilakukan anamnese dan beberapa pengecekan, dokter menyarankan melakukan cek darah untuk memastikan penyakit yang saya derita selama ini. Kemudian dokter membuat surat pengantar untuk diberikan ke laboratorium.

Laboratorium di rumah sakit tersebut tidak begitu jauh dengan polilkinik. Di bagian pendaftaran laboratorium pun saya di sambut dengan salam, senyum, dan sapa oleh petugas lab. Setelah melakukan pembayaran dan memberikan surat pengantar dari dokter poli, saya diminta untuk menunggu di ruang tunggu. Selang beberapa menit kemudian saya dipersilahkan untuk menuju ruangan untuk pngambilan darah. Setelah selesai pengambilan darah, saya dipersilahkan untuk menggu hasilnya di ruang tunggu. Sekitar 30an menit menunggu akhirnya hasil lab sudah bisa diambil. Saya dipersilahkan untuk kembali ke bagian poliklinik dalam untuk penanganan lebih lanjut oleh dokter.

Ketika sampai di poliklinik dalam saya melaporkan ke perawat jaga untuk konfirmasi hasil lab. Saya lihat ada pasien di dalam poli. Setelah menunggu pasien selesai, saya dipersilahkan masuk poli kembali. Setelah masuk ruangan poliklinik, saya dipersilahkan duduk dan menyerahkan hasil lab ke dokter tersebut. Kemudian dokter menjelaskan hasil lab dengan lengkap, dan mendiagnosis penyakit saya karena typus. Setalah selesai memberikan penjelasan tentang diagnosa tersebut, dokter menanyakan mau rawat inap atau rawat jalan. Berhubung kesibukan saya yang padat saya memilih untuk berobat jalan. Meskipun dokter tersebut sebenarnya menyarankan untuk rawat inap namun melihat kondisi saya yang masih kuat maka dokter memperbolehkan rawat jalan. Setelah itu dokter memberikan resep rawat jalan, tidak lupa dokter tersebut juga menjelaskan tentang kegunaan obat-obat tersebut. Obat-obat tersebut bisa diambil di apotik di rumah sakit ini. Kemudian saya dipersilahkan untuk menuju ke kasir untuk melakukan pembayaran. Selesai pelayanan di poliklinik tersebut, dokter memberikan ucapan segera cepat sembuh.

Tempat pembayaran pun dibedakan antara pasien umum dengan pasien jaminan kesehatan. Setelah pembayaran selesai saya dipersilahkan untuk menuju ke bagian apotik untuk pengambilan obat. Di bagian apotik juga terdapat antrian pengambiilan obat seperti pendaftaran. Selang beberapa menit no saya dipanggil untuk menyerahkan resep dokter kemudian saya dipersilahkan menunggu. Kurang lebih sekitar 10 menit saya dipanggil kembali untuk pengambilan obat, tidak lupa apoteker menerangkan cara minum dan dosis yang diresepkan dengan lengkap. Tidak seperti di rumah sakit lainnya, di rumah sakit ini tidak tersedia plastik untuk membawa berbagai obat yang saya dapat tetapi diganti dengan kantong kecil berbahan kain yang terlihat mewah. Total periksa poliklinik + obat + cek laboratorium di rumah sakit ini sekitar Rp 400.000.

Meskipun tidak menggunakan jaminan kesehatan dan pembayaran sedikit mahal, akan tetapi pelayanan yang didapat memuaskan. Pelayanan yang diberikan kepada pasien sangat diperhatikan, dari masuk rumah sakit sudah disambut oleh petugas untuk membukakan pintu rumah sakit dengan salam senyum sapa sampai pengambilan obat di apotik pun juga sama.. Tidak sampai 2 jam saya sudah mendapatkan obat untuk penyakit saya, dan tidak perlu antrian panjang untuk melakukan pengobatan di rumah sakit ini.

Add comment


Security code
Refresh