Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

covmutu

Editorial, 24 September 2020

Hari Alzheimer Sedunia: Kualitas Hidup Pasien Demensia Alzheimer di Tengah Pandemi COVID-19

Demensia adalah suatu sindrom dimana terjadi kemunduran pada ingatan, pemikiran, perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Di seluruh dunia, sekitar 50 juta orang menderita demensia, dan ada hampir 10 juta kasus baru setiap tahun. Penyakit Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum dan dapat menyebabkan 60-70% kasus. Untuk itu, WHO telah mengakui demensia sebagai prioritas kesehatan masyarakat pada tahun 2017 dan telah menyusun respon global tentang rencana aksi penanganan demensia 2017-2025 secara komprehensif untuk pembuat kebijakan, mitra internasional, regional dan nasional dengan meningkatkan kesadaran akan demensia dan membangun inisiatif ramah demensia; mengurangi risiko demensia; diagnosis, pengobatan dan perawatan; sistem informasi untuk demensia; dukungan untuk pengasuh demensia; dan, penelitian & inovasi.

Di tengah pandemi covid-19 yang tidak ada seorangpun dapat memprediksi kapan berakhirnya, klien demensia adalah salah satu kelompok yang memiliki resiko ganda. Dari sisi usia klien demensia rata-rata sudah lansia, dengan demikian secara alami sudah memilki satu faktor resiko yakni masuk dalam kelompok paling rentan terinfeksi covid-19. Faktor resiko lainnya adalah klien demensia sangat tergantung kepada orang lain. Sehingga penting memperbaiki akses terhadap diagnosis, penanganan, kepedulian dan deteksi dini serta memberi perhatian yang berkualitas dan berkelanjutan terkait kebijakan bagi klien-klien demensia.

Minggu ini akan kami sajikan artikel terkait dengan kualitas hidup pasien demensia alzheimer di tengah pandemi COVID-19, seperti apa kerentanan yang dialami pasien demensia ditengah pandemi Covid-19, serta upaya berkelanjutan yang dapat dilakukan untuk meningatkan kualitas hidup pasien demensia?

17sept

  • 21 24

  • tkmkb

  • 2627

  • manpsk2

  • amp3

Artikel

Kualitas Hidup Pasien Demensia Alzheimer di Era Pandemi Covid 19

Seorang wanita 60 tahun dibawa oleh keluarganya ke poliklinik psikiatri. Dari informasi yang disampaikan bahwa belakangan menunjukkan perubahan perilaku. Awalnya tampak jadi pendiam dibanding biasanya, jarang senyum, jarang mengungkapkan apa yang dirasakan dan jarang memberi respon terhadap ungkapan perasaan orang lain terhadap dirinya. Masih dapat beraktivitas sehari-hari tetapi beberapa hal kegiatan harus diingatkan. Puncak perubahan perilaku itu terjadi saat klien suatu waktu mau memasak nasi.

Readmore


Keselamatan Tenaga Kesehatan Keselamatan Kita Semua

Pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang sangat signifikan pada sistem kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Seluruh komponen sistem kesehatan merasakan dampaknya termasuk tenaga kesehatan yang merasa lelah, takut, cemas, dan harus bekerja cepat dibawah tekanan, sebagai akibat perubahan workflow dalam pandemi, kurangnya dukungan psikologi dan kekurangan supply alat kesehatan terutama personal protective equipment (PPE) ditengah krisis finansial yang dialami oleh rumah sakit (Dhingra, 2020).

Readmore


Covid-19 Morbidity and Mortality Reduction Program (C19-MMRP):
Sebuah Usulan Kebijakan untuk Mencegah kematian Nakes akibat Covid-19

pic5agsHingga akhir Augustus 2020 telah tercatat jumlah tenaga kesehatan (Nakes) meninggal karena Covid-19 setidaknya telah mencapai: 100 dokter (catatan IDI), 55 perawat (catatan PPNI), 15 bidan, 8 dokter gigi, 1 tenaga kesehatan masyarakat, 1 asisten apoteker, dan 1 ahli teknologi laboratorium medik. Berdasarkan data yang ada, didapatkan bahwa kematian dokter terutama terjadi pada dokter berusia > 50 tahun, dokter umum, memiliki komorbid, dan masih produktif berkarya.

Readmore   download policy brief


+ ARTIKEL LAIN

The ongoing coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic has substantially affected patients with dementia and their caregivers. Owing to the restrictive measures taken worldwide to block the spread of COVID-19 outbreaks (including the declaration of a state of emergency in Japan), patients with dementia and their caregivers have not been able to receive the usual support and care.

The World Patient Safety Day is a global campaign to improve patient safety, celebrated each year on on 17th September. Recognizing patient safety as a global health priority, all 194 WHO Member States at The 72nd World Health Assembly in May 2019 endorsed the establishment of World Patient Safety Day (Resolution WHA72.6), to be marked annually on 17 September.