Webinar Mutu Corner 1:
Belajar dari Expert, Bergerak untuk Perbaikan Mutu
“Apakah Mutu hanya sekedar konsep atau cara kerja?”
diselenggarakan oleh
Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan & Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM
Kamis, 26 Februari 2026
![]()
Latar Belakang
Mutu pelayanan kesehatan merupakan isu strategis yang terus berkembang seiring dengan meningkatnya tuntutan keselamatan pasien, efektivitas layanan, pengalaman pasien, serta keberlanjutan sistem kesehatan. Dalam praktiknya, mutu seringkali dipahami sebagai konsep normatif atau kewajiban administratif, misalnya melalui akreditasi, pelaporan indikator, atau pemenuhan regulasi. Namun, tantangan utama yang masih sering dihadapi adalah bagaimana mutu diterjemahkan menjadi cara kerja nyata yang terintegrasi dalam praktik sehari-hari oleh tenaga kesehatan dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan.
Berbagai inisiatif peningkatan mutu kerap belum menghasilkan perubahan yang bermakna karena terbatas pada pengetahuan konseptual, kurangnya pembelajaran dari praktik baik, serta minimnya ruang diskusi reflektif lintas peran dan disiplin. Oleh karena itu, dibutuhkan forum pembelajaran yang bersifat dialogis, aplikatif, dan inspiratif, yang memungkinkan peserta belajar langsung dari para expert sekaligus mengaitkannya dengan konteks kerja masing-masing. Mutu Corner dirancang sebagai ruang belajar bersama yang berkelanjutan untuk mendiskusikan isu-isu mutu secara kritis dan praktis. Pada seri pertama ini, tema “Apakah Mutu hanya sekedar konsep atau cara kerja?” diangkat untuk mendorong perubahan perspektif peserta bahwa mutu bukan hanya sesuatu yang dipahami, tetapi juga dijalankan secara konsisten, terukur, dan berdampak pada perbaikan layanan.
Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen peserta dalam mengimplementasikan mutu sebagai cara kerja nyata dalam pelayanan kesehatan melalui pembelajaran dari para expert.
Tujuan Khusus
- Mengkaji kembali konsep mutu pelayanan kesehatan dan relevansinya dengan praktik sehari-hari.
- Memahami pengalaman dan pembelajaran praktis dari expert dalam implementasi perbaikan mutu.
- Mengidentifikasi tantangan dan peluang penerapan mutu sebagai budaya dan sistem kerja.
- Mendorong peserta untuk merefleksikan dan merancang langkah awal perbaikan mutu di unit atau institusi masing-masing.
Sasaran Peserta
- Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer/Ketua Komite Mutu/Kepala Instansi/Kepala Unit RS, Kepala Puskesmas, Pimpinan Balai Kesehatan, serta Pimpinan Klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya.
- Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi, Lembaga Asuransi/Pembiayaan Kesehatan (BPJS Kesehatan, Asuransi Kesehatan Swasta/Perusahaan), Lembaga Akreditasi Fasyankes, LSM Bidang Kesehatan, dan sebagainya.
- Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya.
- Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3.
- Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan.
Biaya dan Fasilitas
Biaya pendaftaran pelatihan ini adalah Rp 50.010,00
Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia dengan Kode Unik 09, contoh Rp. 400.009. No. Rekening sebagai berikut:
No Rekening : 9888807171130003
Nama Pemilik : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank : BNI
Alamat : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281
Catatan: pembayaran yang dilakukan dari beda Bank BNI, mohon bisa menggunakan biaya transfer online sebesar Rp. 6.500,- tidak bisa menggunakan biaya BI Fast sebesar Rp. 2.500,-
Tempat dan Waktu
Hari, tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
Pukul : 13.00 - 15.00 WIB
tempat : Online melalui zoom meeting
Agenda
| Waktu (WIB) | Agenda | Narasumber |
| 12.45 - 13.00 | Registrasi Peserta | Panitia |
| 13.00 - 13.15 | Pembukaan | MC/Moderator: Andriani Yulianti, MPH |
| 13.15 - 14.15 | “Apakah mutu hanya sekedar konsep atau cara kerja? | dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH, FISQua, CRP |
| 14.15 - 14.45 | Sesi Diskusi Tanya Jawab | Andriani Yulianti, MPH |
| 14.45 - 15.00 | Penutup | Andriani Yulianti, MPH |
Narahubung
Sdri. Qonita (085117448499)
Reportase Kegiatan

Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM menyelenggarakan sesi perdana Mutu Corner bertajuk “Apakah Mutu Hanya Sekadar Konsep atau Cara Kerja?”. Webinar ini menghadirkan dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH, FISQua, CRP sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Andriani Yulianti, MPH. Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian diskusi serial yang dirancang sebagai ruang refleksi kritis dan praktis untuk mendorong implementasi mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Dalam pengantar kegiatan disampaikan bahwa mutu sering kali dipahami sebatas kelengkapan dokumen, pemenuhan indikator, dan persiapan akreditasi. Banyak fasilitas kesehatan memiliki visi, misi, pedoman, dan standar prosedur yang lengkap, bahkan meraih predikat paripurna. Namun, pertanyaan mendasarnya terletak pada apakah mutu tersebut benar-benar hidup dalam praktik sehari-hari. Kerangka reflektif inilah yang menjadi benang merah diskusi sepanjang webinar.
dr. Tjahjono memaparkan bahwa mutu bukan sekadar konsep normatif, melainkan harus terwujud dalam cara bekerja dan berperilaku. Ia menelusuri perkembangan konsep mutu dari pendekatan klasik para tokoh manajemen mutu hingga sistem manajemen mutu modern di layanan kesehatan. Mutu yang sejati, menurutnya, tampak pada aktivitas harian yang terstandar, terukur, dan terus diperbaiki melalui siklus perbaikan berkelanjutan.
Pembahasan kemudian mengarah pada manajemen risiko dan keselamatan pasien sebagai fondasi penting dalam sistem mutu. Identifikasi risiko, penyusunan register risiko, pelaporan insiden keselamatan pasien, serta analisis indikator mutu harus dilakukan secara konsisten dan jujur. Ia menyoroti fenomena umum di lapangan, yakni meningkatnya kepatuhan menjelang akreditasi, namun menurun setelah proses survei selesai. Kondisi ini menunjukkan bahwa mutu belum sepenuhnya menjadi budaya organisasi.
Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta berbagi pengalaman dari institusi masing-masing. Beberapa peserta mengungkapkan tantangan menjaga konsistensi pelaporan insiden keselamatan pasien dan tindak lanjut indikator mutu. Ada pula yang menyoroti keterbatasan sumber daya serta resistensi perubahan perilaku di kalangan staf. Menanggapi hal tersebut, dr. Tjahjono menekankan pentingnya kepemimpinan yang berkomitmen dan konsisten. Transformasi mutu membutuhkan keteladanan pimpinan, alokasi sumber daya yang memadai, serta monitoring yang terintegrasi dalam kegiatan pelayanan sehari-hari.
Selain itu, narasumber menyoroti perkembangan mutu di era digital. Digitalisasi dan pemanfaatan teknologi informasi memungkinkan pengukuran luaran klinis dan pengalaman pasien secara lebih sistematis. Pendekatan patient centered care dan kemitraan antara tenaga kesehatan dan pasien dipandang sebagai arah masa depan pelayanan kesehatan. Mutu tidak lagi sekadar tentang kepatuhan terhadap standar, tetapi tentang bagaimana pasien merasakan proses pelayanan dan memperoleh luaran yang bermakna bagi kualitas hidupnya.
Pada bagian penutup, dr. Tjahjono menegaskan bahwa mutu harus menjadi kebiasaan yang dilakukan secara otomatis oleh seluruh staf. Mutu bukan hanya cara berpikir, melainkan cara bekerja yang terinternalisasi dalam budaya organisasi. Ketika pengukuran dilakukan secara konsisten, data dianalisis secara reflektif, dan perbaikan dijalankan terus-menerus, mutu akan bertransformasi dari sekadar konsep menjadi praktik nyata yang dirasakan manfaatnya oleh pasien.
Reporter:
dr. Helen Anggraini Budiono









