Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

  • isqua41

Wearable Devices: Peluang Besar dan Tantangan Nyata dalam Kesehatan Digital

25jan23

Perkembangan teknologi kesehatan saat ini semakin erat dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi yang telah akrab dengan kita salah satunya adalah wearable devices seperti gelang kesehatan, smartwatch, dan pakaian pintar. Awalnya, wearable devices hanya populer di kalangan masyarakat umum untuk menghitung langkah atau memantau detak jantung. Namun, penggunaannya kini sudah meluas dalam penelitian biomedis, pelayanan klinis, dan pencegahan penyakit.

Review Canali, Schiaffonati, dan Aliverti (2022) menunjukkan bahwa wearables memiliki empat fungsi utama, yaitu memantau kondisi tubuh, melakukan skrining awal penyakit, mendeteksi kondisi medis secara dini, dan memprediksi risiko kesehatan di masa depan. Contohnya, smartwatch dapat membantu mendeteksi detak jantung tidak normal, memantau gejala COVID-19, dan memperkirakan risiko rawat inap pada pasien penyakit paru.

Readmore


Pendidikan Orang Tua: Kunci Menurunkan Angka Kematian Anak

25jan23

Pendidikan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga, tetapi juga berperan besar dalam menurunkan angka kematian anak. Sebuah penelitian besar yang dipublikasikan di The Lancet tahun 2021 menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, semakin rendah risiko anak meninggal sebelum usia lima tahun. Penelitian ini memberikan bukti kuat bahwa pendidikan dapat dianggap sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif.

Readmore


Membuka Peluang Riset dan Layanan Tepat Sasaran Melalui Terhubungnya Data Kesehatan

25jan23

Dalam dunia kesehatan digital, data kesehatan adalah modal utama yang banyak digunakan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan yang tepat. Namun, data kesehatan seringkali tersebar dalam berbagai sistem dan instansi sehingga sulit dimanfaatkan secara maksimal. Artikel terbaru oleh Mathason et al (2025) dalam jurnal Communications Medicine mengulas bagaimana data linkage—proses menghubungkan data dari berbagai sumber—dapat mengubah lanskap riset, kebijakan, dan layanan kesehatan. Rekam medis, klaim asuransi, hasil laboratorium, dan data genomik yang dapat terhubung secara aman dan lengkap dapat memudahkan peneliti memahami pola penyakit, membantu tenaga kesehatan membuat keputusan klinis yang lebih akurat, serta memungkinkan pemerintah merancang kebijakan kesehatan berbasis bukti.

selengkapnya


+ ARTIKEL LAIN

Engaging health workers to communicate on female genital mutilation (FGM) is a useful and effective tactic to prevent this harmful practice, according to a recently published study. FGM, which includes any injury to female genitals for non-medical reasons, has serious health risks for women and girls, and is internationally recognized as a violation of human rights. While the health system can play a key role in stopping the practice, in some settings so-called “FGM medicalization” – when it is performed by health workers – is on the rise.

The World Health Organization said on Tuesday there was a high risk of the polio virus spreading across the Gaza Strip and beyond its borders due to the dire health and sanitation situation in the war-ravaged Palestinian enclave. Ayadil Saparbekov, team lead for health emergencies at WHO in Gaza and the West Bank, said circulating vaccine-derived poliovirus type 2 had been isolated from environmental samples from sewage in Gaza.

Indonesia melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2023 resmi menghapus praktik sunat pada perempuan. Ketentuan tersebut jelas tercantum dalam pasal 102 poin a sebagai salah satu upaya kesehatan reproduksi bayi, balita, dan anak prasekolah.
"Menghapus praktik sunat perempuan," demikian bunyi regulasi dalam PP yang diteken Presiden Joko Widodo, Jumat (27/4/2024).

Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) yang didukung Unicef telah menginisiasi pelatihan kolaboratif yang dinamai Jaga Bersama sebagai upaya untuk mengampanyekan pentingnya imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) untuk mencegah kanker serviks. Pelatihan ini berlangsung selama lima hari sejak 15-19 Juli 2024 untuk membekali tenaga kesehatan, guru, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan anak muda dengan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan pentingnya imunisasi HPV dan perilaku hidup sehat lainnya.