Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

Forum mutu

ihqn-pembukaan

IHQN-Manado. Telah berlangsung kegiataan Forum Mutu Ke-12 Indonesian Health Care Quality Network (IHQN) di Manado, 21-22 September 2016. Program JKN yang telah berlangsung hampir 2 tahun menjadi daya ungkit untuk diangkatnya tema "mengukur dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam jaminan kesehatan nasional". Apakah dengan adanya JKN mutu pelayanan kesehatan meningkat? Jawaban dapat diakses langsung di web mutu pelayanan kesehatan pada link www.mutupelayanankesehatan.net 

Pembukaan Forum Mutu IHQN ke-12 di resmikan langsung oleh Prof. Dr. dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, MSc, DEA, dr. Hanevi Djasri MARS, dan dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M,Kes.Kegiatan terselenggara atas kerja sama PERSI, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM, BPJS Kesehatan, dan Universitas Sam Ratulangi.

Menginjak usia yang ke-12 forum mutu IHQN tepat tanggal 21 September 2016 telah diresmikan IHQN Hospital Chapter oleh dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M,Kes. IHQN Hospital Chapter merupakan wadah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan rumah sakit di seluruh Indonesia. Informasi tentang IHQN Hospital Chapter dapat diakses pada link berikut 

Peserta Forum Mutu IHQN berasal dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan, Manado, Sulawaesi, Sumatra, Jawa, Ambon dan daerah lainnya. Ada mahasiswa, klinisi, staf dosen dan peneliti. Forum mutu IHQN diharapkan mampu menyerap best practice yang ada di daerah untuk diketahui maupun diterapkan pada tingkat nasional.

Reporter: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep.,MPH

 

Reportase

Sesi Keynote Forum Mutu XI
Mutu Pelayanan Kesehatan Sebagai Isu Terpenting dalam JKN

pembukaan

Pada sesi pembukaan seminar ini, dibahas topik-topik yang menjadi benang merah dari tema pertemuan Forum Mutu XI tentang Mutu Pelayanan Kesehatan Sebagai Isu Terpenting dalam JKN. Sesi keynote ini dipandu oleh dr. Hanevi Djasri, MARS, diawali dengan paparan dari BPJS dengan topik Menggapai Cita-cita JKN oleh dr. Togar Sialagan, MM, M.Kes, Kepala Litbang BPJS Kesehatan. Dilanjutkan dengan paparan tentang bagaimana Mengukur Mutu Layanan Kesehatan dalam JKN oleh Prof. Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD, dari Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta.  Paparan terakhir pada sesi keynote  ini disampaikan  oleh Dr. Djazuly Chalidyanto, SKM, MARS dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, dengan topik Inovasi Peningkatan Mutu Para Klinisi, Pengelola Sarana Pelayanan Kesehatan, dan Para Regulator.

sesi-1-tanya-jawab

Keynote I

Sejak digulirkannya BPJS kesehatan sebagai bagian dari program JKN pada awal tahun 2014, masih cukup banyak masalah yang menyelimuti penerapan BPJS kesehatan di beberapa daerah, dan di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Namun demikian, tidak sedikit juga cerita positif tentang manfaat yang dirasakan masyarakat terhadap  kiprah BPJS kesehatan, seperti yang termuat pada surat kabar beberapa hari terakhir (http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/09/08/, http://m.antaranews.com/berita/516545/rochmad-romdoni.). Hal tersebut disampaikan dr. Togar saat mengawali paparannya yang menggambarkan pelaksanaan BPJS Kesehatan di berbagai daerah dan beberapa masalah yang masih menyertai pelaksanaan BPJS kesehatan. Masalah-masalah tersebut antara lain pada aspek cakupan kepesertaan, pelayanan, serta pembiayaan JKN.

Meskipun cakupan kepesertaan cenderung terus mengalami peningkatan, namun masih ada kendala yang muncul.  Ada kendala dalam hal rekrutmen peserta jaminan yang tidak berjalan sesuai peta jalan cakupan kepesertaan menuju Universal Health Coverage. Indikasinya dapat terlihat tingkat kolektabilitas iuran PBPU yang masih rendah (51%).  

Sedangkan pada aspek pelayanan, masalah yang muncul antara lain pada pembayaran kapitasi kepada Faskes yang belum dikaitkan dengan mutu pelayanan yang mereka berikan kepada pasien.  Sistem INA-CBG’s juga belum dapat mendorong Faskes untuk  melakukan upaya efisiensi. Hal ini terlihat  dengan masih terjadinya readmisi, upcoding, serta adanya kecenderungan faskes untuk mengurangi kuantitas dan kualitas pelayanan.  Terkait dengan INA-CBG;s ini, dirasa masih  terlalu banyak variasi kode sehingga berpengaruh pada  tingkat  kemampuan verifikator dan coding dalam memahami sistem INA-CBG"s.

Beberapa upaya  yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan terkait masalah di atas, antara lain  dengan mempermudah akses pembayaran, baik media maupun jumlahnya, serta penambahan kantor regional dan cabang yang didukung SDM memadai. Di samping itu, pihak BPJS juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung pembiayaan dan pengelolaan kesehatan dasar di daerah.

Keynote II

Pelaksanaan program  JKN melalui BPJS Kesehatan, lazimnya perlu diikuti dengan monitoring pelaksanaan kegiatan. Menurut Prof. Adi Utarini, mengacu pada The First Global Monitoring Report: Tracking Universal Health Coverage (WHO 2015), monitoring jaminan semesta perlu diintegrasikan dalam penilaian kinerja sistem kesehatan secara umum, oleh karena jaminan semesta meliputi cakupan layanan kesehatan dan proteksi finansial. Hanya dengan monitoring keduanya, maka kita dapat mengukur efektivitas cakupannya.

Lebih lanjut Adi menyampaikan dengan masih mengacu pada sumber yang sama, bahwa ada tiga tantangan utama dalam melakukan monitoring JKN. Pertama, tentang kemampuan menghadirkan sumber data yang reliable dalam berbagai indikator cakupan pelayanan kesehatan proteksi finansial. Kedua, kemampuan memilah data berdasarkan variabel yang terkait dengan inequity. Ketiga, kemampuan melakukan pengukuran cakupan efektif, yang meliputi berapa banyak orang yang telah menerima layanan, mutu layanan dan dampak kesehatan.

Untuk dapat melakukan monitoring JKN yang baik, perlu ditetapkan indikator yang akan digunakan. WHO menggunakan delapan indikator "traser" untuk melakukan monitoring UHC (JKN). Indikator tersebut meliputi, kesehatan reproduksi dan bayi  dalam hal family planning, ANC, dan persalinan nakes. Kemudian indikator tentang Imunisasi DPT anak. Indikator penyakit menular: ART  dan pengobatan TB. Serta indikator pada aspek determinan sosial dalam hal sumber air dan fasilitas sanitasi.

Sudut pandang pasien tidak kalah penting untuk digunakan sebagai indikator monitoring. Adi menawarkan untuk mulai meninggalkan pendekatan kepuasan pasien dan menggantikannya dengan patient experience sebagai komponen alat ukur. Hal ini penting karena mengukur kepuasan pasien memiliki potensi bias yang cukup tinggi jika dikaitkan dengan kemampuan adaptasi pasien terhadap  situasi dan kondisi pelayanan yang mereka terima.

Dalam hal pelaksanaan kegiatan monitoring JKN, Prof. Adi Utarini memiliki pendapat yang sama dengan pembicara sebelum bahwa dinas kesehatan daerah dapat mengambil peran penting dalam monitoring JKN. Hal ini dapat dilakukan dalam kerangka penguatan peran pemerintah daerah sebagai regulator mutu layanan kesehatan di daerahnya.

Keynote III

Konsep inovasi merupakan aspek penting dalam pengembangan mutu layanan kesehatan di era JKN. Menurut  dr. Djazuly, hal ini terjadi karena mutu layanan kesehatan menjadi sangat dinamis, mengikuti peningkatan harapan pasien yang ditentukan oleh pengalaman, persepsi serta interpretasi pasien. Di samping itu, inovasi dibutuhkan untuk merespons perubahan lingkungan dari organisasi pemberi layanan kesehatan terutama dari sisi regulasi, yang menuntut organisasi untuk selalu menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dibutuhkan beberapa upaya dan sumber daya agar inovasi pada organisasi pemberi layanan kesehatan dapat berjalan dengan baik. Aspek kepemimpinan menjadi modal dasar dalam melakukan inovasi. Kepemimpinan yang kuat akan dapat mengarahkan organisasi untuk membentuk budaya organisasi yang kuat. Kepemimpinan yang kuat dalam hal pengambilan keputusan juga akan mengarahkan penggunaan metode yang tepat dalam melakukan perubahan.    

Reporter: Nusky Syaukani, Ssos., MPH

 

ihqn-xii

Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) Bekerja sama dengan:
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM,
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dan
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar setiap negara memastikan mutu pelayanan kesehatan yang diterima oleh warga negaranya dengan paling sedikit menggunakan 6 dimensi mutu, yaitu efektifas, efisiensi, kemudahan akses, keamanan, ketepatan waktu dan mengutamakan pasien.

Hampir 3 tahun perjalanan JKN, selama ini sering dikatakan bahwa dengan JKN kemudahan akses pelayanan kesehatan telah meningkat, namun apakah benar hal tersebut telah terjadi? Bagaimana dengan dimensi mutu yang lain? Apakah sudah lebih efektif? lebih efisien? lebih aman? lebih tepat waktu? dan lebih mengutamakan pasien?

Para pengelola fasilitas pelayanan kesehatan baik rumah sakit, Puskesmas maupun klinik pratama dan utama harus mampu secara tepat mengukur mutu pelayanan dan melalukan upaya peningkatan mutu. Para regulator baik ditingkat pusat maupun daerah juga dituntut mempunyai kompetensi yang serupa.

Forum Mutu XII ini berusaha untuk menyajikan konsep dan penerapan cara mengukur dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam JKN. Forum Mutu XII akan terdiri dari kegiatan seminar, workshop, pameran poster dan studi banding

  PESERTA

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  • Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
  • Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  • Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  • Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  • Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Dosen, Peneliti, Konsultan

  AGENDA

Pre-Forum*

Selasa, 20 September 2016

  • Studi Banding ke RSUP Prof. Dr. R.D Kandau, Manado

Forum Mutu IHQN

Rabu-Kamis, 21-22 September 2016

[button type="primary" target="_blank" link="https://drive.google.com/open?id=0B85Ahc2VdqcdcUxRNFYzcHhWVzA"]Buku Proceeding[/button]

Topik

Pembicara

Hari I

 

08:15-08:30
Pembukaan Forum Mutu XII dan Peresmian IHQN Hospital Chapter

reportaseihqn

Prof. Dr. dr. Grace Kandouw, MKes
(Dekan FKM Unsrat)

Hanevi Djasri, dr. MARS (Ketua IHQN)

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes (Ketua Perhimpunan Rumah Sakit seluruh Indonesia)

08:30-09:10
Keynote I: Mengukur Keseimbangan antara Akses dan Efektifitas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit

reportaseihqn

dr. Christian R. Tilaar, MSc
(Dosen FKM Universitas Sam Ratulangi, Manado

materi

09:10-09:50
Keynote II: Mengukur Cakupan Efektif Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Berdasarkan Pedoman WHO dan Bank Dunia

reportaseihqn

Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD
(Wakil Dekan FK UGM)

materi   

10:00-12:00
Sesi A: Mengukur dan Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Kesehatan

 

Penerapan Konsep Dasar LEAN di RS dan Puskesmas

reportaseihqn

Firman, SE, MPH

materi   

Deteksi dan Investigasi Potensi Fraud dalam Layanan Kesehatan

reportaseihqn

dr. Bayu Wahyudi, SpOG, MPH, MHKes, MM (Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan BPJS)

materi   video-b

Menghitung Cosf of Care dan Membandingkan dengan Tarif Kapitasi atau INA CBG

reportaseihqn

dr. Hanevi Djasri, MARS
(Konsultan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM) 

materi   

13:00-15:00
Sesi B: Mengukur dan Meningkatkan Keselamatan Pasien

 

Pengelolaan Sarana Prasarana Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk Keselamatan Pasien

reportaseihqn

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes
(Ketua Perhimpunan Rumah Sakit seluruh Indonesia)

materi   

Manajemen Keselamatan dalam Pelayanan Bedah di RS

reportaseihqn

Khalid Shaleh, Sp,PD, KKV, FINASIM, MARS
(Dirut RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar)

materi   

Manajemen Keselamatan dalam Pelayanan Vaksinasi di Puskesmas/Klinik

reportaseihqn

dr. Jemmy Lampus, M.Kes
(Kepala Dinas Kesehatan Prov Sulut)

materi   

15:00-16:00 Sesi Poster

 

 

Hari II

 

08:00-10:00
Sesi C: Mengukur dan Meningkatkan Ketepatan Waktu Pelayanan Kesehatan

 

kebijakan pemenuhan mutu pelayanan puskesmas

reportaseihqn

dr. Jemmy Lampus MKes
(Kepala Dinas Kesehatan Prov Sulut)

materi

Manajemen Perencanaan dan Pemesanaan Obat dan Alkes Melalui e-Katalog untuk Menjamin Ketapatan Waktu Pengadaan Barang dan Jasa di RS

reportaseihqn

 

Khalid Shaleh, Sp.PD, KKV, FINASIM, MARS
(Dirut RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar)

materi   

Membangun Peran Serta Pasien dan Keluarga untuk Meningkatkan Ketepatan Waktu Berobat

reportaseihqn

dr. I Made Puja Yasa, AAK
(Direktur Hukum Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan BPJS)

materi   

10:30-12:30
Sesi D: Mengukur dan Meningkatkan Upaya Mengutamakan Pasien

 

Menggali Pengalaman Pasien sebagai pengganti Pengukuran Kepuasan Pasien

reportaseihqn

Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD
(Wakil Dekan FK UGM)

materi   

Re-Design Alur Pelayanan Pasien menggunakan FMEA

reportaseihqn

Dr. dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH
(Ketua Komisioner Akreditasi Puskesmas)

materi   

Pelayanan Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal: Pengalaman RSUP Prof DR. RD Kandou Manado

reportaseihqn

dr. Maxi Rein Rondonuwu DHSM. MARS (Direktur Utama RSUP Prof DR. RD Kandou Manado)

materi   

13:30-14:10
Keynote III: Mengukur Pencapaian 6 Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Menggunakan Data Klaim INA CBG

reportaseihqn

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes
(Ketua Perhimpunan Rumah Sakit seluruh Indonesia)

materi

14:10-14:50
Keynote IV: Mengukur Pencapaian 6 Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskemas Menggunakan Data P-Care

reportaseihqn

Dr. drg. Julita Hendartini MKes
(Konsultan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM)

materi

15:00-16:00
Penutupan: Hasil Forum Mutu XII dan Rencana Forum Mutu XIII

reportaseihqn

Hanevi Djasri, dr. MARS (Ketua IHQN)

materi

 

 

  Tentang IHQN

Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) adalah sebuah jejaring kerjasama yang didirikan di Jakarta sejak tahun 2005, merupakan lembaga not-for-profit, independen. IHQN berusaha untuk menjadi jaringan kerjasama antara para profesional, pemilik, manajer, regulator, peneliti, pembuat kebijakan dan konsumen sarana pelayanan kesehatan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan efisien bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini IHQN telah memiliki lebih dari 400 anggota baik institusi maupun individu. Pengurus IHQN telah menjadi anggota jejaring serupa di regional maupun internasional yaitu melalui International Society for Quality in Healthcare (ISQua) yang berpusat di Dublin.

Forum Mutu Pelayanan Kesehatan (Forum Mutu) sendiri adalah agenda tahunan dari IHQN, diselenggarakan sejak tahun 2005 di kota-kota besar di Indonesia. Forum Mutu memiliki ciri khas untuk selalu berusaha menampilkan praktisi upaya peningkatan mutu sebagai pembicara sehingga tidak sekedar bicara konsep.

Saat ini Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) bekerjasama dengan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) telah membentuk "Indonesian Healthcare Quality Network: Hospital Chapter". IHQN Hospital Chapter merupakan suatu wadah yang  membantu rumah sakit diseluruh Indonesia meningkatkan mutu pelayanan sehingga Rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang bermutu dan aman bagi masyarakat.

 

  CONTACT PERSON

Sekretariat IHQN, PKMK FK UGM Yogyakarta
Sdri. Maria Adelheid Lelyana (Lely)
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM Sayap Utara Lt. 2, Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Phone              : 0274-547658 (hunting)
Fax                   : 0274-549425
Mobile             : 0813-2976-0006
Email               : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sekretariat FKM, Universitas Sam Ratulangi Manado
Sdri. Dr. Chriesye Mandagi, MPH
FKM Universitas Sam Ratulangi
Jln. Kampus Unsrat Manado, 95115
Phone              : 0431-863886, 863786
Fax                   : 0431-822568, 827532
Mobile             : 0812-8147-1779
Email               : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sdr. Rutler P. Masalamate, SKM, MKes
FKM Universitas Sam Ratulangi
Jln. Kampus Unsrat Manado, 95115
Phone              : 0431-863886, 863786
Fax                   : 0431-822568, 827532
Mobile             : 0811-434-1184
Email               : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Informasi lengkap dapat diakses di www.mutupelayanankesehatan.net

 

 

 designFormut

Kerjasama antara Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN)
dengan 
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM

  PENDAHULUAN

pembukaan

Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) meski dirancang untuk menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali, namun hingga kini masih banyak harapan yang belum optimal tercapai termasuk aspek mutu dalam pelayanan kesehatan. Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan sektor kesehatan perlu bekerja sama untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik. Mulai dari dari para klinisi, pengelola sarana pelayanan kesehatan hingga para regulator. Masing-masing pihak perlu melakukan terobosan untuk menjawab tantangan yang terjadi di tahun 2015 ini.

Forum Mutu IHQN XI tahun 2015 ini diadakan untuk memfasilitasi pembahasan konsep dan pengalaman upaya-upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Indonesia dalam era JKN. Terdiri dari 4 bentuk kegiatan: Seminar, Pameran Poster, Workshop, dan Studi Banding. Forum Mutu Pelayanan Kesehatan (Forum Mutu) adalah agenda tahunan dari IHQN, diselenggarakan sejak tahun 2005 di kota-kota besar di Indonesia. Forum Mutu memiliki ciri khas untuk selalu berusaha menampilkan praktisi upaya peningkatan mutu sebagai pembicara sehingga tidak sekedar bicara konsep.

Sedangkan Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) didirikan di Jakarta pada tahun 2005, merupakan lembaga not-for-profit, independen. IHQN berusaha untuk menjadi jaringan kerjasama antara para profesional, pemilik, manajer, regulator, peneliti, pembuat kebijakan dan konsumen sarana pelayanan kesehatan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan efisien bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini IHQN telah memiliki lebih dari 400 anggota baik institusi maupun individu. Pengurus IHQN telah menjadi anggota jejaring serupa di regional maupun internasional yaitu melalui Asian Society for Quality in Healthcare (ASQua) berpusat di New Delhi dan anggota International Society for Quality in Healthcare (ISQua) berpusat di Dublin.


  PESERTA

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  • Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  • Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya
  • Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  • Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  • Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan


  CALL FOR PAPER

Secara luas peserta dapat mengirimkan hasil laporan penelitian, studi kasus dan atau kajian (review) terkait mutu pelayanan kesehatan sesuai Tema Forum Mutu ke IX dalam bentuk Naskah Abstrak Terbatas. Batas pengiriman Naskah Abstrak Terbatas tanggal 30 Juli 2015.

Naskah Abstrak Terbatas akan diseleksi oleh Komisi Ilmiah. Penulis akan mendapatkan pemberitahuan hasil seleksi yang diputuskan Komisi Ilmiah melalui surat elektronik (Email) pada tanggal 15 Agustus 2015. Jenis presentasi melalui poster.

Naskah Terbatas yang dikirimkan harus memenuhi format dan struktur penulisan berikut:

  1. Abstrak dapat berupa Hasil laporan penelitian atau Hasil Analisa (studi kasus dan atau kajian review) Mutu Pelayanan Kesehatan

  2. Format Penulisan

    1. Menggunakan Bahasa Indonesia
    2. Menggunakan Tipe Huruf Calibri
    3. Menggunakan Ukuran Huruf 12pt
    4. Menggunakan Format Paragraf 1,5 spasi

  3. Struktur Penulisan Abstrak
    1. Judul, Nama Lengkap Penulis dan Afiliasi, dan Alamat Email Penulis.
    2. Mengandung Unsur: pendahuluan (termasuk latar belakang dan tujuan), metode penelitian dan bahan, hasil dan diskusi, kesimpulan.
    3. Jumlah kata yang digunakan dalam Judul Abstrak tidak melebihi 18 kata.
    4. Jumlah kata yang digunakan dalam Abstrak tidak melebihi 300 kata.
    5. Jumlah kata yang digunakan dalam Kata Kunci tidak melebihi 5 kata.

  4. Abstrak dikirim ke IHQN melalui This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 

Bagi 10 peserta terpilih maka akan disediakan fasilitas pencetakan poster dari panitia dan harga khusus mengikuti Forum Mutu ke 11 sebesar Rp 1.000.000,- (sebagai pengganti konsumsi dan materi)


  BIAYA

Kegiatan

Biaya

Keterangan

Forum Mutu IHQN

Rp. 2.500.000,-

  • Diskon 10% untuk rombongan 10 orang atau lebih*
  • Diskon 10% untuk member IHQN*
  • Diskon 10% untuk mahasiswa S1 dan S2
    * tidak dapat digabung dengan diskon lainnya

Pelatihan

Rp. 1.500.000,-

  • Diskon 10% untuk rombongan 10 orang atau lebih

Workshop

Rp. 500.000,-

Hanya untuk peserta yang telah mendaftar dalam BMJ International Forum for Quality and Safety (Hong Kong)

Benchmark

Gratis*

Hanya untuk peserta Forum Mutu

* Untuk 40 Pendaftar pertama
Biaya Pendaftaran dapat ditransfer melalui Bank BNI UGM Yogyakarta No.Rekening 0203024192 atas nama Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan


  PRE-FORUM

  1. Workshop Evaluasi Penerapan Clinical Pathway, Quality Improvement, dan Manual Rujukan di RSUD Sister Hospital
  2. Workshop Persiapan Mediator Kesehatan Untuk Penyelesaian Konflik & Sengketa Medis
  3. Benchmark: RSUD/ Rumah Sakit Swasta di Surabaya ( Selasa tanggal 8 September 2015 )

 


  AGENDA FORUM MUTU IHQN

Hari I : 9 September 2015

Keynote I: Menggapai Cita-Cita JKN: Memperluas cakupan, Meningkatkan jenis pelayanan dan Memastikan perlindungan biaya (3 Dimensi UHC dari WHO)

Togar Siallagan
Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan BPJS Kesehatan Pusat


Keynote II: Mengukur mutu layanan kesehatan dalam JKN: efektiftas, efisiensi, kemudahan akses, keamanan, ketepatan waktu dan fokus kepada pasien.

Prof. dr. Adi Utarini, MSc., MPH., PhD.
(Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta)

Keynote III: Berbagai inovasi peningkatan mutu oleh para klinisi, pengelola sarana pelayanan kesehatan dan para regulator

Dr. Dzajuly C., SKM., MARS
Ketua Program MARS FKM Unair Surabaya



 

Sesi Pararel A:

Manajemen Mutu Pelayanan Rujukan Kesehatan

Sesi Pararel B:

Pencegahan dan Pengendalian Fraud dalam Layanan Kesehatan

Sesi A1: Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu

dr. Budi Sylvana, MARS
Kasubdit RSU BUK-R Kemenkes RI

Sesi B1: Membangun Budaya Anti Korupsi di Organisasi

Giri Suprapdiono
Direktur Gratifikasi KPK

Sesi A2: Pengembangan Konsep Sistem Rujukan dii Rumah Sakit Rujukan Nasional

Dr.dr. Joni Wahyuhadi, SpBS
Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Sesi B2: Menjaga Integritas untuk Mengendalikan Fraud Layanan Kesehatan

drg. Baseoki Soetardjo, MARS
Direktur RSJ Daerah Surakarta

Sesi A3: Manual Rujukan KIA di Tingkat Provinsi


Emma M. F. Simanjuntak, SKM, MM, MScPH
Kepala dinas kesehatan NTT

Sesi B3: Pencegahan Fraud pada Renumerasi melalui Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah berbasis Web

dr. Osa Rafshodia Rafidin, MSc, IH, MPH
Dinas Kesehatan Samarinda

 

Hari II: 10 September 2015

Sesi Pararel C:

Penggunaan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

Sesi Pararel D:

Pengukuran Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan

 

Sesi C1:  Penerapan e-Clinical Pathways

Dr. UMI SJARQIAH, Sp. KFR
Direktur RSI Jakarta

Pudji S.R, Iswanto, Rizaldi P.
Direktur RS Bethesda Yogyakarta

Sesi D1:  Mengukur Peran JKN dalam Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan: Konsep dan Hasil Pengukuran

  • dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH., Dr. PH.
    MMR, IKM, Fak. Kedokteran UGM
    Yogyakarta                

 

Sesi C2: Penerapan e-Documentation dalam Akreditasi RS: Kebijakan, Pedoman dan SOP

Dr Dini Handayani, MARS
Direktur RS Awal Bros Bekasi

Sesi D2:  Metode dan Hasil Pengukuran Tingkat Kepuasan Peserta dan Provider BPJS

dr. J. Nugrahaningtyas W.U., M.Kes.
Badan Mutu Pelayanan Kesehatan Yogyakarta

Sesi C3: Sistem Informasi Manajemen Akreditasi RS (Si-MARS): Alat bantu monev persiapan akreditasi di RS berbasis web

dr. Hanevi Djasri, MARS -PKMK Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta

 

Sesi D3: Evaluasi Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dalam Sistem Kapitasi

dr. Herlin Ferliana, M.Kes.
Kabid. Yankes Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur

Keynote IV: Mutu Pelayanan Kesehatan di RS dari Kaca Mata Pasien: Pengalaman Nyata Pasien dalam Program BPJS

Drs. Edward Halimi, MM
Penggunaan program BPJS

Keynote V: Practice in the Era of National Insurance Coverage: The Role of Networks from an American Perspective

Thomas R. Behrenbeck, MD, Ph.D.
Eka Hospital

Keynote VI: Hasil Forum Mutu 2015 dan Penutupan serta Pengumuman Rencana Forum Mutu 2016

dr. Hanevi Djasri, MARS.
PKMK Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta

 [button type="primary" target="_blank" link="https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2VdqcdNnEzVzhkSDl2aEU/view?usp=sharing"] LEAFLET FORUM MUTU XI [/button]


  PENDAFTARAN

Sdr. Lucia Evi Indriarini (Lucia)
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM Sayap Utara Lt. 2, Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Phone : 0274-547658 (hunting)
Fax : 0274-549425
Mobile : 0878 3825 8333
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 
Informasil lengkap dapat diakses di www.mutupelayanankesehatan.net 

Formulir Pendaftaran silahkan download pada link berikut

[button type="danger" target="_blank" link="images/2015/LEMBAR_PENDAFTARAN.doc"] FORMULIR PENDAFTARAN [/button]