Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

agenda

WORKSHOP

Optimalisasi Ketepatan Koding dan Penerapan Panduan Praktek Klinis untuk Atasi Klaim Pending

Oleh Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan & Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM

Daring, 28-29 Agustus 2024

 

  Latar Belakang

Pembiayaan kesehatan merupakan bagian yang penting dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional. Metode pembayaran ada 2 yaitu retrospektif seperti fee for service dan prospektif seperti global budget, perdiem, kapitasi dan case based payment. Dua metode pembayaran ini sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Saat ini sistem pembayaran yang diterapkan di Indonesia yaitu prospektif menggunakan case based payment (casemix). Sistem casemix adalah pengelompokan diagnosis dan prosedur dengan mengacu pada ciri klinis yang mirip/sama dan penggunaan sumber daya/biaya perawatan yang mirip/sama. Kekurangan metode ini bagi penyedia layanan kesehatan berupa kurangnya kualitas koding yang akan menyebabkan ketidaksesuaian proses grouping (pengelompokan kasus), kelebihannya pembayaran lebih adil sesuai dengan kompleksitas pelayanan dan proses klaim lebih cepat.

Sistem casemix memiliki komponen yang berhubungan langsung dengan output pelayanan yaitu clinical pathway, koding dan teknologi informasi. Agar penyelenggaraan sistem casemix berjalan optimal maka tim casemix perlu mempunyai pemahaman yang baik tentang komponen clinical pathways, koding dan teknologi informasi. Pelatihan ini akan fokus pada peningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta tentang koding dan rekam medis karena ketepatan pengisian dokumen ini akan megurangi klaim pending.

  Materi
  1. Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways
  2. Diskusi dan Simulasi Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways
  3. Praktek Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways
  4. Tugas Mandiri
  5. Konsep Koding ICD 9
  6. Diskusi dan Simulasi Koding ICD 9
  7. Praketk Koding ICD 9
  8. Konsep Koding ICD 10
  9. Diskusi dan Simulasi Koding ICD 10
  10. Praktek Koding ICD 10
  Sasaran Peserta

Diperentukkan bagi tim casemix, dokter, perawat, klinisi lainnya, rekam medis, manajemen, dan dosen.

  Fasilitator

Fasilitator berasal dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

endang2dr. Endang Suparniati, M.Kes

  • Konsultan PKMK FK-KMK UGM
  • Kepala Instalasi Penjaminan RSUP Dr. Sardjito
  • Tim anti fraud DIY

Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep.,MPH

  • Peneliti di Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan dan Manajamen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM
  • Konsultan Manajemen Kesehatan di IKKESINDO
  • Founder Community of Practice (CoP) Manajemen Mutu Keperawatan
 
  Biaya

Biaya per instansi 1.500.000 untuk 2 orang. Harga spesial untuk 100 instansi pendaftar pertama 1.000.000 untuk 2 orang.
Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui: Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.

Fasilitas: Materi, sertifikat dan kwitansi dalam bentuk soft file.

FORM PENDAFTARAN

 

Agenda

Hari 1

Waktu Materi Narasumber
09.00-09.15 Pembukaan dan Pre test Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC
09.15-10.00 Teori Audit Klinis dalam penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC
10.00-10.45 Diskusi dan Simulasi 1: Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC
10.45-11.30 Diskusi dan Simulasi 2: Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC
11.30-12.15 Diskusi dan Simulasi 3: Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC
12.15-13.00 Praktek Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC
13.15-16.00 Belajar Mandiri dan Diskusi Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC

Hari 2

Waktu Materi Narasumber
09.00-09.15 Refleksi hari 1 Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC
09.15-10.00 Teori Koding ICD 9 dr. Endang Suparniati M.Kes
10.00-10.45 Diskusi dan Simulasi Koding ICD 9 dr. Endang Suparniati M.Kes
10.45-11.30 Teori Koding ICD 10 dr. Endang Suparniati M.Kes
11.30-12.15 Diskusi dan Simulasi Koding ICD 10 dr. Endang Suparniati M.Kes
12.15-13.00 Praktek Koding dr. Endang Suparniati M.Kes
13.00-13.15 Post Test Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC
13.15-16.00 Belajar Mandiri dan Diskusi dr. Endang Suparniati M.Kes

 

  Narahubung

dr. Opi Sritanjung
Telp. 0813-7929-6290

 

 

Pelatihan Manajemen Mutu Penyusunan, Implementasi, dan Evaluasi Clinical Pathways (CP)

diselenggarakan oleh
Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan & Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM

Kamis, 5 Maret 2026

 

  Latar Belakang

Berbagai hambatan masih ditemukan dalam penyusunan, implementasi, dan evaluasi Clinical Pathways, seperti keterbatasan pemahaman konsep CP, kurangnya keterlibatan tim multidisiplin, serta lemahnya mekanisme pemantauan dan evaluasi. Akibatnya, CP sering hanya berfungsi sebagai dokumen administratif dan belum berperan efektif dalam pengendalian mutu dan biaya pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas dan sistem agar Clinical Pathways dapat diterapkan secara optimal.

Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan serta pengelola mutu dalam penyusunan, implementasi, dan evaluasi Clinical Pathways (CP) sebagai  instrumen  manajemen  mutu  yang efektif untuk mendukung peningkatan mutu, keselamatan pasien, dan efisiensi biaya pelayanan kesehatan.

  Materi
  1. Konsep Clinical Pathways
  2. Cara menyusun Clinical Pathways
  3. Strategi implementasi Clinical Pathways
  4. Cara evaluasi Clinical Pathways
  5. Praktek menyusun Clinical Pathways
  Sasaran Peserta
  1. Manajerial di Rumah Sakit,
  2. Tim casemix,
  3. Profesional Pemberi Asuhan,
  4. Tim Kendali Mutu Kendali Biaya,
  5. Komite medis, Komite mutu, Komite Keperawatan, Komite Nakes lainnya,
  6. Peneliti, Dosen, Mahasiswa, dan pihak yang tertarik.
  Narasumber
  1. Dr. dr. Hanevi Djasri MARS, FISQua (Narasumber)
  2. Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH, CQIPS (Fasilitator)
  Biaya dan Fasilitas

Biaya pendaftaran pelatihan ini adalah Rp 400.000,-

Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia dengan Kode Unik 09, contoh Rp. 400.009. No. Rekening sebagai berikut:
No Rekening : 9888807171130003
Nama Pemilik : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank : BNI
Alamat : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281

Catatan: pembayaran yang dilakukan dari beda Bank BNI, mohon bisa menggunakan biaya transfer online sebesar Rp. 6.500,- tidak bisa menggunakan biaya BI Fast sebesar Rp. 2.500,-

Fasilitas yang akan didapatkan peserta:

  1. Sertifikat
  2. Materi dalam bentuk .pdf
  3. Rekaman

Tempat dan Waktu

Hari, tanggal : Kamis, 5 Maret 2026
Pukul : 09.00 - 13.00 WIB
tempat : Online melalui zoom meeting

Agenda

Waktu Kegiatan Narasumber/Fasilitator
09.00 – 09.15

Pembukaan:
Pengantar kegiatan, perkenalan, pembacaan tata tertib kegiatan

Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH, CQIPS
09.15 - 10.00

Konsep Clinical Pathways 

Dr. dr. Hanevi Djasri MARS, FISQua

10.00 - 11.00
  • Cara menyusun Clinical Pathways
  • Strategi implementasi Clinical Pathways
  • Cara evaluasi Clinical Pathways

Dr. dr. Hanevi Djasri MARS, FISQua

11.00 - 12.00 Praktek menyusun Clinical Pathways

Dr. dr. Hanevi Djasri MARS, FISQua

12.00 - 12.45 Sesi Diskusi Tanya Jawab Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH, CQIPS
12.45 - 13.00 Penutupan Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH, CQIPS

 

  Narahubung

Eva Tirtabayu Hasri / 0823-2433-2525

 

 

Pelatihan Pemahaman dan Keterampilan Koding iDRG untuk Peningkatan Akurasi Klaim dan Mutu Data Pelayanan Rumah Sakit

diselenggarakan oleh
Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan & Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM

Selasa, 3 Maret 2026

 

  Latar Belakang

Penggunaan INA-DRG sangat bergantung pada ketepatan koding diagnosis dan tindakan. Kesalahan atau ketidaktepatan koding dapat berdampak pada klaim yang tidak optimal, penolakan klaim (dispute), serta rendahnya kualitas data rumah sakit.

Di sisi lain, dinamika regulasi, pembaruan pedoman koding (ICD-10, ICD-9-CM), serta kompleksitas kasus klinis menuntut tenaga koder dan tenaga kesehatan terkait untuk memiliki kompetensi yang mutakhir dan seragam. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan yang terstruktur dan komprehensif guna meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan konsistensi dalam penerapan koding INA-DRG.

Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah: meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga koder serta tenaga kesehatan terkait dalam penerapan koding INA-DRG secara tepat, konsisten, dan sesuai regulasi terkini guna mendukung akurasi klaim dan peningkatan mutu data pelayanan rumah sakit.

  Materi
  1. Kebijakan dan regulasi INA-CBG terkini
  2. Konsep dasar casemix dan alur klaim JKN
  3. Prinsip dan aturan koding ICD-10
  4. Prinsip dan aturan koding tindakan ICD-9-CM
  5. Penentuan diagnosis utama dan diagnosis sekunder
  6. Studi kasus dan simulasi koding INA-DRG
  7. Potensi fraud terkait koding
  8. Strategi pencegahan dispute klaim
  9. Audit koding 
  Sasaran Peserta
  1. Petugas koder
  2. Perekam medis
  3. Dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP)
  4. Tim casemix/ klaim rumah sakit
  5. Tenaga kesehatan terkait lainnya
  Fasilitator

Fasilitator berasal dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

endang2dr. Endang Suparniati, M.Kes

  • Konsultan PKMK FK-KMK UGM
  • Kepala Instalasi Penjaminan RSUP Dr. Sardjito
  • Tim anti fraud DIY

Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep.,MPH

  • Peneliti di Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan dan Manajamen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM
  • Konsultan Manajemen Kesehatan di IKKESINDO
  • Founder Community of Practice (CoP) Manajemen Mutu Keperawatan
 
  Biaya dan Fasilitas

Biaya pendaftaran pelatihan ini adalah Rp 400.000,00

Link pendaftaran

Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia dengan Kode Unik 09, contoh Rp. 400.009. No. Rekening sebagai berikut:
No Rekening : 9888807171130003
Nama Pemilik : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank : BNI
Alamat : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281

Catatan: pembayaran yang dilakukan dari beda Bank BNI, mohon bisa menggunakan biaya transfer online sebesar Rp. 6.500,- tidak bisa menggunakan biaya BI Fast sebesar Rp. 2.500,-

Fasilitas yang akan didapatkan peserta:

  1. Sertifikat
  2. Materi dalam bentuk .pdf
  3. Rekaman

Tempat dan Waktu

Hari, tanggal : Selasa, 3 Maret 2026
Pukul : 09.00 - 13.00 WIB
tempat : Online melalui zoom meeting

Agenda

Waktu Kegiatan Narasumber/Fasilitator
09.00 – 09.15

Pembukaan:
Pengantar kegiatan, perkenalan, pembacaan tata tertib kegiatan

Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH, CQIPS
09.15 - 10.00 Materi Sesi 1:
  • Kebijakan dan regulasi INA-CBG terkini
  • Konsep dasar casemix dan alur klaim JKN
  • Prinsip dan aturan koding ICD-10
  • Prinsip dan aturan koding tindakan ICD-9-CM
  • dr. Endang Suparniati M.Kes
  • Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH, CQIPS
10.00 - 11.00 Materi Sesi 2:
  • Penentuan diagnosis utama dan diagnosis sekunder
  • Studi kasus dan simulasi koding INA-DRG
  • dr. Endang Suparniati M.Kes
  • Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH, CQIPS
11.00 - 12.00 Materi Sesi 3:
  • Potensi fraud terkait koding
  • Strategi pencegahan dispute klaim
  • Audit koding
  • dr. Endang Suparniati M.Kes
  • Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH, CQIPS
12.00 - 12.45 Sesi Diskusi Tanya Jawab Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH, CQIPS
12.45 - 13.00 Penutupan Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH, CQIPS

 

  Narahubung

Eva Tirtabayu Hasri / 0823-2433-2525

 

 

Webinar Mutu Corner 1:
Belajar dari Expert, Bergerak untuk Perbaikan Mutu
“Apakah Mutu hanya sekedar konsep atau cara kerja?”

diselenggarakan oleh
Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan & Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM

Kamis, 26 Februari 2026

 

  Latar Belakang

Mutu pelayanan kesehatan merupakan isu strategis yang terus berkembang seiring dengan meningkatnya tuntutan keselamatan pasien, efektivitas layanan, pengalaman pasien, serta keberlanjutan sistem kesehatan. Dalam praktiknya, mutu seringkali dipahami sebagai konsep normatif atau kewajiban administratif, misalnya melalui akreditasi, pelaporan indikator, atau pemenuhan regulasi. Namun, tantangan utama yang masih sering dihadapi adalah bagaimana mutu diterjemahkan menjadi cara kerja nyata yang terintegrasi dalam praktik sehari-hari oleh tenaga kesehatan dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan.

Berbagai inisiatif peningkatan mutu kerap belum menghasilkan perubahan yang bermakna karena terbatas pada pengetahuan konseptual, kurangnya pembelajaran dari praktik baik, serta minimnya ruang diskusi reflektif lintas peran dan disiplin. Oleh karena itu, dibutuhkan forum pembelajaran yang bersifat dialogis, aplikatif, dan inspiratif, yang memungkinkan peserta belajar langsung dari para expert sekaligus mengaitkannya dengan konteks kerja masing-masing. Mutu Corner dirancang sebagai ruang belajar bersama yang berkelanjutan untuk mendiskusikan isu-isu mutu secara kritis dan praktis. Pada seri pertama ini, tema “Apakah Mutu hanya sekedar konsep atau cara kerja?” diangkat untuk mendorong perubahan perspektif peserta bahwa mutu bukan hanya sesuatu yang dipahami, tetapi juga dijalankan secara konsisten, terukur, dan berdampak pada perbaikan layanan.

Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen peserta dalam mengimplementasikan mutu sebagai cara kerja nyata dalam pelayanan kesehatan melalui pembelajaran dari para expert.

Tujuan Khusus

  • Mengkaji kembali konsep mutu pelayanan kesehatan dan relevansinya dengan praktik sehari-hari.
  • Memahami pengalaman dan pembelajaran praktis dari expert dalam implementasi perbaikan mutu.
  • Mengidentifikasi tantangan dan peluang penerapan mutu sebagai budaya dan sistem kerja.
  • Mendorong peserta untuk merefleksikan dan merancang langkah awal perbaikan mutu di unit atau institusi masing-masing.
  Sasaran Peserta
  1. Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer/Ketua Komite Mutu/Kepala Instansi/Kepala Unit RS, Kepala Puskesmas, Pimpinan Balai Kesehatan, serta Pimpinan Klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya.
  2. Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi, Lembaga Asuransi/Pembiayaan Kesehatan (BPJS Kesehatan, Asuransi Kesehatan Swasta/Perusahaan), Lembaga Akreditasi Fasyankes, LSM Bidang Kesehatan, dan sebagainya.
  3. Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya.
  4. Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3.
  5. Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan.
  Biaya dan Fasilitas

Biaya pendaftaran pelatihan ini adalah Rp 50.010,00

Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia dengan Kode Unik 09, contoh Rp. 400.009. No. Rekening sebagai berikut:

No Rekening : 9888807171130003
Nama Pemilik : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank : BNI
Alamat : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281

Catatan: pembayaran yang dilakukan dari beda Bank BNI, mohon bisa menggunakan biaya transfer online sebesar Rp. 6.500,- tidak bisa menggunakan biaya BI Fast sebesar Rp. 2.500,-

Tempat dan Waktu

Hari, tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
Pukul : 13.00 - 15.00 WIB
tempat : Online melalui zoom meeting

Agenda

Waktu (WIB) Agenda Narasumber
12.45 - 13.00 Registrasi Peserta Panitia
13.00 - 13.15 Pembukaan MC/Moderator: Andriani Yulianti, MPH
13.15 - 14.15 “Apakah mutu hanya sekedar konsep atau cara kerja? dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH, FISQua, CRP
14.15 - 14.45 Sesi Diskusi Tanya Jawab Andriani Yulianti, MPH
14.45 - 15.00 Penutup Andriani Yulianti, MPH
  Narahubung

Sdri. Qonita (085117448499)

 

  Reportase Kegiatan

26feb2

Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM menyelenggarakan sesi perdana Mutu Corner bertajuk “Apakah Mutu Hanya Sekadar Konsep atau Cara Kerja?”. Webinar ini menghadirkan dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH, FISQua, CRP sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Andriani Yulianti, MPH. Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian diskusi serial yang dirancang sebagai ruang refleksi kritis dan praktis untuk mendorong implementasi mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Dalam pengantar kegiatan disampaikan bahwa mutu sering kali dipahami sebatas kelengkapan dokumen, pemenuhan indikator, dan persiapan akreditasi. Banyak fasilitas kesehatan memiliki visi, misi, pedoman, dan standar prosedur yang lengkap, bahkan meraih predikat paripurna. Namun, pertanyaan mendasarnya terletak pada apakah mutu tersebut benar-benar hidup dalam praktik sehari-hari. Kerangka reflektif inilah yang menjadi benang merah diskusi sepanjang webinar.

dr. Tjahjono memaparkan bahwa mutu bukan sekadar konsep normatif, melainkan harus terwujud dalam cara bekerja dan berperilaku. Ia menelusuri perkembangan konsep mutu dari pendekatan klasik para tokoh manajemen mutu hingga sistem manajemen mutu modern di layanan kesehatan. Mutu yang sejati, menurutnya, tampak pada aktivitas harian yang terstandar, terukur, dan terus diperbaiki melalui siklus perbaikan berkelanjutan.

Pembahasan kemudian mengarah pada manajemen risiko dan keselamatan pasien sebagai fondasi penting dalam sistem mutu. Identifikasi risiko, penyusunan register risiko, pelaporan insiden keselamatan pasien, serta analisis indikator mutu harus dilakukan secara konsisten dan jujur. Ia menyoroti fenomena umum di lapangan, yakni meningkatnya kepatuhan menjelang akreditasi, namun menurun setelah proses survei selesai. Kondisi ini menunjukkan bahwa mutu belum sepenuhnya menjadi budaya organisasi.

Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta berbagi pengalaman dari institusi masing-masing. Beberapa peserta mengungkapkan tantangan menjaga konsistensi pelaporan insiden keselamatan pasien dan tindak lanjut indikator mutu. Ada pula yang menyoroti keterbatasan sumber daya serta resistensi perubahan perilaku di kalangan staf. Menanggapi hal tersebut, dr. Tjahjono menekankan pentingnya kepemimpinan yang berkomitmen dan konsisten. Transformasi mutu membutuhkan keteladanan pimpinan, alokasi sumber daya yang memadai, serta monitoring yang terintegrasi dalam kegiatan pelayanan sehari-hari.

Selain itu, narasumber menyoroti perkembangan mutu di era digital. Digitalisasi dan pemanfaatan teknologi informasi memungkinkan pengukuran luaran klinis dan pengalaman pasien secara lebih sistematis. Pendekatan patient centered care dan kemitraan antara tenaga kesehatan dan pasien dipandang sebagai arah masa depan pelayanan kesehatan. Mutu tidak lagi sekadar tentang kepatuhan terhadap standar, tetapi tentang bagaimana pasien merasakan proses pelayanan dan memperoleh luaran yang bermakna bagi kualitas hidupnya.

Pada bagian penutup, dr. Tjahjono menegaskan bahwa mutu harus menjadi kebiasaan yang dilakukan secara otomatis oleh seluruh staf. Mutu bukan hanya cara berpikir, melainkan cara bekerja yang terinternalisasi dalam budaya organisasi. Ketika pengukuran dilakukan secara konsisten, data dianalisis secara reflektif, dan perbaikan dijalankan terus-menerus, mutu akan bertransformasi dari sekadar konsep menjadi praktik nyata yang dirasakan manfaatnya oleh pasien.

Reporter:
dr. Helen Anggraini Budiono